Rabu, 28 Desember 2011

Tragedi Jambu

Sopir Tronton Tersangka Utama

  • 16 Korban Tragedi Pernikahan Dimakamkan

IBU KORBAN PINGSAN: Seusai menyaksikan pemakaman almarhumah Desi (19) di Pemakaman Umum Dusun Ngesrep, Jambu, ibu korban tidak bisa menahan rasa dukanya. Meski mencoba menguatkan diri, dia akhirnya pingsan sehingga harus dipapah beberapa kerabatnya.(79)


UNGARAN-Wawan (37), sopir truk tronton Z-9007-HK yang kecelakaan di tanjakan Kethekan, Desa Jambu, Kabupaten Semarang, yang mengakibatkan 16 korban tewas (bukan 17 orang-Red) ditetapkan menjadi tersangka utama. Sedangkan kernetnya, Heri Suheri (27), masih berstatus sebagai saksi.
''Namun status Heri bisa saja menjadi tersangka kedua, sebab saat kecelakaan posisi truk sedang berhenti. Jadi, tidak hanya menjadi tanggung jawab sopir, tetapi kernet juga harus ikut andil,'' kata Kapolres Semarang AKBP Drs Agus Sukamso MSi, Senin kemarin.
Seperti diberitakan, Minggu 11 Juli sebanyak 16 orang tewas dan 13 luka-luka dalam tragedi pernikahan di Dusun Dedor, Kecamatan Jambu. Para korban kala itu sedang menghadiri pesta perkawinan anak kandung H Tamri yang lokasi rumahnya di pinggir jalan raya. Tiba-tiba truk tronton yang mogok di jalan menggelontor ke bawah dan menerjang tenda pernikahan yang masih banyak tamu undangan.
Kapolres menambahkan, untuk menangani kasus kecelakaan itu, pihaknya membentuk tim penyidik dan peneliti. Tim penyidik bertugas langsung menangani kecelakaan tunggal itu, sedangkan tim peneliti akan melibatkan unsur DLLAJ dan Bina Marga untuk meneliti kondisi jalan tersebut.
''Untuk meneliti kondisi jalan, kita akan melibatkan DLLAJ dan Bina Marga. Apakah tanjakan itu terlalu curam atau memang muatan truk melebihi tonase, sehingga mogok ketika jalan menanjak,'' katanya.
Camat Jambu Drs Prayitno MM mengatakan, untuk memudahkan pengurusan mayat, tujuh jenazah dishalati bersama di Masjid Baitul Hamid Dusun Dedor, Desa Jambu. Sedangkan lima jenazah lain dishalati di Dusun Ngesrep, satu jenazah di shalati di Dusun Kunir, Desa Brongkol, dan Jabu Lor, sedangkan dua jenazah di Dusun Kalangan.
Beriringan
Sekitar pukul 11.00 ribuan pelayat tiba di Masjid Baitul Hamid. Mereka akan memberikan penghormatan terakhir kepada kerabat, saudara, dan rekan yang meninggal dalam musibah itu. Bupati H Bambang Guritno SE bersama istri dan sejumlah pejabat ikut melepas jenazah. Sebelum diberangkatkan, diadakan upacara pelepasan. Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan uang duka bagi 16 ahli waris. Masing-masing keluarga korban mendapat santunan Rp 500.000.
Ketika penyerahan bantuan itu, Juwandi, suami korban Supini, tiba-tiba pingsan. Lelaki itu tak kuat menahan perasaan dukanya ketika menerima ucapan belangsungka dari sejumlah pelayat. Setelah itu, satu per satu peti jenazah diusung ke pemakaman umum Dusun Dedor dan Dusun Ngesrep. Iring-iringan jenazah itu mendapat perhatian dari pelayat. Tidak sedikit dari mereka ikut menangis.
Delapan jenazah dimakamkan di Makam Umum Desa Ngesrep, yaitu adalah Hartati (58), Amanah (64), Trisnah (40), Triyatmi (45), Listiati (4), Surani (34), Desi (9) dan Aji Putra (9). Lima jenazah yang dimakamkan di Desa Dedor adalah Supini (50), Ngatinah (45), dan Sadiyah (45). Dua jenazah, Sutrinah (50) dan Dulrohman (3), dimakamkan di pemakaman Dusun Kalangan, Desa Kuaran, Kecamatan Jambu. Sedangkan jenazah Mukinah (60) dimakamkan di Dusun Kunir, Brongkol, Kecamatan Jambu, dan jenazah Sri Nurhayati (40) dimakamkan di Dusun Kalangan, Desa Kuaron.
Kapolwiltabes Kombes Drs Badrodin Haiti juga memberikan santunan berupa sembako kepada ahli waris. Kapolwil meminta keluarga korban tidak emosional, sebab kasus itu kini ditangani oleh aparat kepolisian.
''Kasus itu kini sudah ditangani polisi, jadi biarkan proses hukum yang berbicara. Warga tidak usah main hakim sendiri ,'' katanya.
Kapolwil berjanji akan segera koordinasi dengan pihak terkait seperti DLLAJ dan Bina Marga, untuk mengevaluasi kondisi jalan di kawasan itu.
Sementara itu, Heri Suheri, kernet truk yang dikabarkan melarikan diri usai kejadian, bisa diamankan jajaran Satlantas Polres Semarang. Kepada petugas pemeriksa, Heri mengaku tidak melarikan diri, tetapi sengaja menyerahkan diri ke Polsek Jambu.
Hingga kemarin, 13 korban luka-luka masih menjalani rawat inap di tiga rumah sakit. Perinciannya, 9 orang di RS Ambarawa, tiga orang di RS Elizabeth Semarang, dan seorang di RSUD Kariadi Semarang. Sedangkan tiga orang yang rawat jalan adalah Sri Ruyati (65), warga Kebondalem RT 1 RW 1 Jambu, Agus Haryanto (3) warga Dusun Dedor RT 1 RW 4 Jambu, dan Rohmi (35) warga Kalangan, Jambu. (D14-33t)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda